langkahkan kaki seirama dengan melodi hati

menari dalam jiwa meski sepi medera
bernyanyi dan tertawa untuk jiwa..
selamat datang sahabat

Pages

Selasa, 22 Mei 2012

Nak,
Melihat perempuan tengah mengelus perutnya yang kian membesar membuat umminda kembali meraba keberadaanmu. Kelembutan yang digenapkan oleh seorang ibu kepada cabang bayinya sungguh pemandangan yang indah.

Nak,
Sedang apa kau bersama Tuhan? Baik-baiklah disana. Belajar tentang kehidupan disana. Agar sesampainya didunia kau tidak terlena. Jika kau mendengar  bahwa dibumi itu seperti surga, umminda katakan bahwa tidak seutuhnya benar. Karena kelak kau hidup dibumi, akan kau temukan banyak hal yang membuat mu jatuh, terisak, pilu, dan aneka rasa lainya. Tetapi jangan khawatir sayang, karena akan ada umminda dan abinda yang akan selalu mendekapmu, membantumu untuk bangkit dan selalu bersamamu karena Tuhan selalu bersama kita.

Nak,
Kelak umminda dipercaya Tuhan untuk berbagi berdua dengan mu selama sembilan bulan, umminda sungguh merasa sempurna dengan itu, sayang. Umminda berjanji akan selalu menyanyikan lagu-lagu Tuhan untukmu, kita akan bernyanyi bersama:)

Nak,
Nanti, akan umminda tunjukan keindahan ciptaan Tuhan yang akan membuatmu takjub. Gunung-gunung yang menjulang tinggi yang mewakili ketinggian Tuhan yang tak terukur. Lautan biru yang mewakili kedalaman dan keluasan Tuhan yang tidak tertandingi. Pagi yang syahdu, senja yang megah, dan malam yang mendamaikan. Juga angin yang akan membawa hati mu terbang bersamanya. Aka kau lihat dengan kedua matamu kebesaran Tuhan, akan kau dengar  dengan kedua telingamu kesyahduan ayat-ayat Tuhan, akan kau cium dengan hidungmu wewangian agama Tuhan, akan kau raba dengan kulitmu kelembutan mahluk Tuhan, akan kau kecap beragam rasa hidup yang Tuhan berikan.

Nak,
Umminda menantimu dengan waktu yang tak terbatas. Kini umminda hanya bisa menikmati kebahagiaan ibu-ibu lain yang sudah Tuhan datangkan kesempatan itu kepada mereka. Umminda hanya ingin memantaskan dan memperbaiki lagi dan lagi diri ini sebelum umminda dipertemukan dengan abinda mu. Sebelum kita menjadi keluarga yang utuh dengan kebahagiaan dan ridho Tuhan.

Nak, 
Segeralah berada didalam rahim umminda. Umminda menginginkanmu lebih dari itu, sayang..


Pencarian (Ujung Jalan)
       #1





Lampu lampu kian meramaikan malam. Sementara kerlip bintang tak terlalu ingin menampakanap beberapa. Sepertinya mendung? Dirasa hawa dingin mulai mengelur kulit teratas. Memberikan sensasi 'merinding' menyergap beberapa saat.
" Ayo pulang" kata mu
 Tak ingin menjawab dengan lisan akupun hanya menggeleng.
" Kamu gak pake jaket. Nanti kamu sakit"
Aku masih diam. Memandangi petakan batako permukaan taman tanpa isi didalamnya.
" Kamu ini! diperdulikan tapi gak mau perduli dengan diri sendiri"
Aku masih bebal tak menghiraukan. Masih mematri pandangan pada kemeja bermotif kotak-kotak yang ku kenakan. Semakin ku rasa kau berubah dengan nada-nada tinggi itu. Tak ku dengar lagi kelembutan yang dulu mendamaikanku.
" Kamu masih mau disini?"
Terdengar ada kenaikan tekanan suara,lagi. membuat aku mulai merasa tidak nyaman. Karena dalam hitungan angka akan ada amarah yang lebih nampak.
" Ya sudah, terserah kamu saja!"
Kemudian aku berjalan meninggalkanya yang baru saja duduk disampingku. Berjalan kearah yang akupun tak tahu kemana. Ia hanya memandangiku dengan tatapan cemas bercampur kesal. Salahku memang, sudah menjadi wakatku ketika suasana hati tengah beradu, akan menjadikan diri layaknya batu. Aku terus berjalan. Ia mulai terdengan berjalan lebih cepat agar bisa mengejarku.
" Tunggu aku!"
Sepertnya ku putuskan untuk puasa berbicara malam itu. Sejak ia menjemputku sedari sore hari, belum ada huruf yang ku keluarkan untuknya. Tiba-tiba tangannya meraih tanganku dengan cekat. Aku berhenti. Ia memeluk erat, lantas terisak.  Membisikan yang selalu ia bisikan aku sayang kamu.


***

Senin, 21 Mei 2012




 

Mengawinkan kata per kata | Diam, Canda pula Tangis | Memadu dengan legitan hidup | Tunggal dan menunggalkan | Diantara jarak dan ruang | Memacu rindu kian menderu | Bergegas dalam haru | Hijau, menguning | Hilang..

LET THERE BE LOVE


Let there be you,
Let there be me.
Let there be oysters
Under the sea.

Let there be wind,
An occassional rain.
Chile con carne,
Sparkling champagne --

Let there be birds
To sing in the trees,
Someone to bless me
Whenever I sneeze.

Let there be cuckoos,
A lark and a dove,
But first of all, please --
Let there be love.

Let there be cuckoos,
A lark and a dove,
But first of all, please --
Let there be love...

Hmmm umm...love
Hmmm umm...love

Let there be love.



Sebuah lagu Nat King Cole dengan sentuhan nada berisi keriangan sungguh membuah hasrat menjalani hari lebih menyenangkan. Ketika kita memulai hari dengan rasa syukur penuh cinta terhadap apa yang kita punya:) Anugerah itu salah satunya adalah cinta. Ya,dia anugerah yang bernilai.

***
Membiarkan jemari kita melekat, bertemu secara hakikat. Menghantarkan sentuhan pada tiap pori. Setiap memadukan canda, tersirat gelora menderu kuat. there be love:)

Seperti setetes embun yang jatuh dari ujung daun, kemudian dibiarkan untuk diresapi oleh permukaan tanah. Selalu jatuh cinta pada pagi yang menyuguhkan kealamian. Memperbaharui rasa untuk pemilik hati diseberang jalan.

There be love

Sajak sajak yang ku buat dengan rasa yang utuh. Menciptakan euforia pada pagi yang berbeda. Disisipi emotion yang kadang membuat senyum mengembang. Ya, there be love..
 
there be love

Kebahagiaan bukan berarti tanpa bumbu lain. Perbedaan menciptakan rasa yang lebih ehm spechless:). Pertengkaran kecil yang kadang membesar ulah suasanan hati yang kadang sedang radikal. Namun tetap saja dikhiri dengan segenap kalimat there is love..

 there be love

Ingin selalu seperti langit biru. Kadang kelabu namun tetap saja kembali biru. Cause there is love



Sajak 04.23 PM           



Menjadikan kesederhanaan sebagai cawan rupa | Buyarkan elegi bahagia tengah bermuram durja | Siapa dan kemana akan mengubah senja?? | Tak ada dan tak bisa ||

Semakin menguning pelepah digoyang angin | Riuh meyalu dideru debu | Sampaikan sesal tanpa sisipkan rindu | Memacu , berpadu dalam kikisan hidup ||

Memangku hari dengan hati sepi | Lalulalang malaikat  tak terlihat | Catat mencatat seperti jemari tiada henti | Rindu menyatu pada bayang yang hilang ||

Kembali | Sesuatu yang pernah datang | Kemudian pergi | Datang kembali | Lantas hilang | Bersama duka diatas langit biru  | Mengelabui separu waktu||

Dia
Dalam angan yang sama | berbeda  raga



By Agha Sam Tirta



 Pada akhirnya kita akan menemukan akhir dari perjalanan kita
Menemukan dermaga usai berlayar dengan dinamika yang tak pernah sama
Memeluk waktu yang hampir meregang
Meminta jarak untuk sedikit melemah
Pilu, kaku, dan sendu.

Mata-mata sayu membisu dalam isak beradu
Menyisakan kebohongan penghantar tidur
Ini bukan dongeng!
Ini bukan kotoran pena !
tetapi ini ungkapan hati yang berwujud 

Satu persatu tertinggal
anak cacing siap menggeliat diantara
hanya saja aku tak bisa meminta
menikmati senja dikota itu
bersama, kembali